Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2012

DIKLAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI KWARCAB BANYUMAS

27  Kwartir  Ranting  se-Banyumas belajar buat Email sendiri 


      Agar  petugas  Humas  Gerakan  Pramuka  Kwartir  Cabang  Banyumas  melek  teknologi maka   Kwartir  Cabang   Banyumas  mengadakan  kegiatan  Diklat  Teknologi  Informasi  dan  Komunikasi (TIK) bagi  Humas  dan  Pengurus  Kwarran  se-Banyumas.  Diklat  ini  dilaksanakan  di  Graha  Satria  Kabupaten  Banyumas  dan  diikuti  oleh  humas  27  Kwartir  ranting  se – Banyumas.
        H. Rudwianto, SH. M.Si  selaku  ketua  Kwarcab  Banyumas  dalam  sambutannya  mengatakan : “Menurut  UU  No.12  Tahun  2010 , pembinaan  karakter  building  skill , sekarang diserahkan  pada Gerakan  Pramuka.  Bukan  ke  Karang Taruna , KNPI , Pemuda  Pancasila , atau  SMK.  Ini  berarti  Gerakan  Pramuka   dipercaya  untuk  melaksanakan tugas  maha  penting  bagi  suatu  bangsa.  Karakter  penting  karena  tanpa  karakter  suatu  bangsa  bisa  hancur. Contoh : Negara  Uni  Soviet.
          Mengapa Gerakan  Pramuka  dipercaya  membina  karakter  bangsa  sejak  1961, karena di pramuka  tidak  ada  SARA , di pramuka  tidak ada perbedaan  Suku , Agama, Ras, dan Antar  golongan.“  demikian  kata  Kak  Didi  berapi-api.


ESTAFET TUNAS KELAPA MASUK KOTA PURWOKERTO





SATU  PRAMUKA  UNTUK  SATU  INDONESIA
.

Kegiatan  Estafet  Tunas  Kelapa  dilaksanakan  dalam  rangka memperingati  dan  memeriahkan  Hari  Ulang  Tahun  Emas  ke – 50  Gerakan  Pramuka Indonesia  yang  disahkan  tanggal  14  Agustus  1961 oleh  Presiden  Sukarno.
Regu  inti  Estafet  Tunas  Kelapa  yang  61  anak, terdiri  dari  14  anak  pembawa  bendera  Merah  Putih,  14  anak  pembawa  bendera  Pramuka,  14  anak  pembawa  Tunas  Kelapa, 2  anak  pembawa  bendera  Kabupaten, 1  anak  pembawa api  obor, 1 anak  pembawa  kesan pesan, dan 1 anak  pembawa  bendera  start  itu hari ini , Senin  26 September 2011  masuk  kota  Purwokerto.
Di sepanjang  jalan  Jendral  Soedirman , Estafet  Tunas  Kelapa  disambut  adik-adik  pramuka  dengan  semangat  dan  meriah. Bahkan  di depan KODIM  disambut  dengan  group  kentongan  dari  TNI/ABRI. Hal ini membuktikan bahwa tema HUT Emas ke-50 Gerakan  Pramuka, Satu  Pramuka  untuk  Satu  Indonesia, benar-benar  telah dihayati dan  telah  meresap di hati  masyarakat  kota  Purwokerto.  Hidup  Pramuka.

DIKLAT JURNALISTIK KWARCAB BANYUMAS


  “Humas  Kwarran 3 jam langsung bisa 
menjadi Wartawan

         “Jadikan  Diklat  hari  ini  sebagai kawah  candradimuka  untuk  meningkatkan  tugas kehumasan  dan  untuk  meningkatkan “siar“  Gerakan  Pramuka, agar kegiatan  pramuka  lebih  menarik, lebih  seksi, dan lebih gaul sehingga  pramuka  bisa  diterima  oleh pemuda dan  masyarakat  pada  umumnya. Semoga  bunga-bunga  yang  kita  petik  hari  esok  adalah  benih-benih   yang  kita  tanam  hari  ini.”
[ Ir H. Rudwianto, SH. M.Si ]

Dalam  rangka  meningkatkan  kualitas  kerja dan  “siar“  Humas  Pramuka Kwartir  Cabang  Banyumas,  Jumat  14  Oktober  2011, mengadakan  kegiatan  Diklat  Jurnalistik  bagi  Humas  dan  Pengurus  Kwarran  se-Banyumas. Diklat  Jurnalistik  ini  dilaksanakan  di  Graha  Satria  komplek  pendopo  Kabupaten  Banyumas  dan  diikuti  oleh  27  peserta  dari  27  Kwratir  ranting  se-Banyumas.
Kak  Sarlan, SS, Humas Kabupaten Banyumas,  menjelaskan  kiat-kiat  cerdas  menjadi  jurnalis  yang  baik, handal dan kreatif. Selain  teori  peserta  juga  diwajibkan  untuk  praktek  menulis  press  relase  atau  berita  kegiatan  untuk  surat  kabar.  Peserta  pun  mengikuti  dengan  antusias, sehingga  dalam  waktu  3  jam  Humas  Kwarran  se-Banyumas  seolah  disulap  bisa  langsung  menjadi  wartawan.

Rabu, 07 Maret 2012

Bangga Berseragam Pramuka

Di umurnya yang memasuki setengah abad ini, saya berharap agar Pramuka menjadi “besar” bukan hanya di kalangan Pramuka saja. Di kalangan Pramuka dikenal istilah Jambore daerah/nasional/dunia, Raimuna daerah/nasional, PeranSaka, dll. Begitu banyak kegiatan tersebut, tetapi info dan eksposnya terlalu minim, sehingga menjadikan orang tidak mengganggap Pramuka. Hanya orang-orang yang berkecimpung di dunia Pramuka saja yang tahu kegiatan tersebut. Coba saja bilang “kemarin saya baru mengikuti perkemahan Raimuna Nasional”. Apa tanggapan orang? Kemungkinan besar, biasa saja. Nothing special!

Hampir sama dengan “memakai baju dan celana pramuka”. Coba hitung berapa banyak anak muda yang masih mau memakai seragam Pramuka! BERAPA? Sungguh tragis memang. Gerakan yang awal mulanya bernama kepanduan, yang ikut serta aktif dalam persiapan kemerdekaan RI ini sudah menjadi sesuatu yang tak bernilai di kalangan orang muda. Siapa yang salah? Entahlah..

Saat-saat di mana mereka memakai seragam Pramuka adalah saat yang paling ditunggu. Upacara HUT NKRI ke 66 merupakan saat pertama kali para anggota memakai seragam. Apa reaksi mereka? Mereka terlihat begitu antusias ketika memakai seragam. Dengan bangganya mereka memasuki lapangan upacara dengan seragam Pramuka. Langsung membentuk barisan dan terlihat rapi. Dengan seragam pramuka lengkap mereka mengikuti jalannya upacara yang memperingati Kemerdekaan negara ini. Itu di dunia kuliah. Bagaimana yang di sekolah? Pengalaman berpramuka di sekolah lebih banyak lagi.

50 Tahun Gerakan Pramuka di Indonesia

14 Agustus 1961 yang lalu, Gerakan Pramuka resmi hadir di Indonesia. Setelah 50 tahun berjalan, bagaimana kabar Pramuka saat ini? Coba tanyakan pada anak-anak muda, apa yang terlintas dalam fikiran mereka jika tersebut kata pramuka? Jadul, aneh, panas, hitam, dan kata-kata yang menganung unsur negatif lah yang biasanya akan keluar. Entah apa yang difikirkan Baden Powell (Pendiri Scout Movement) jika melihat hal ini..

Saya berpramuka sejak SD hingga sekarang (kuliah). Entah kenapa saya merasa pendidikan di Pramuka adalah konsep pendidikan terlengkap yang membentuk seseorang bukan hanya dari sisi akademis melainkan non akamdemis, seperti watak, cara bicara hingga bergaul.
Selain hal-hal di atas, masih banyak keuntungan lain yang di dapat dari berpramuka. Keanggotaan Pramuka diakui di seluruh belahan dunia. Jadi, kalau nanti nyasar di negara manapun, cukup cari tau KWARNAS negara tersebut, tunjukkan KTA kita dan bilang kita Pramuka Indonesia. Beres deh!

Dengan keanggotaan yang lintas negara, otomatis teman dan relasi pun akan bertambah tanpa mengenal batas. Kita bisa punya teman di berbagai negara, entah itu di Asia, Eropa, Amerika atau Afrika. Terlebih lagi memang ada wadah para Pramuka bertemu, seperti Jambore ataupun kegiatan perkemahan lain. Asyik bukan?
Dari sisi watak dan mental, Pramuka memiliki Tri Satya dan Dasa Darma yang jika ditepati akan membetuk seorang yang “wah”.
Dasa Darma
Pramuka Itu :
1 Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa                            
2 Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia
3 Patriot yang sopan dan ksatria
4 Patuh dan suka bermusyawarah
5 Rela menolong dan tabah
6 Rajin, terampil dan gembira
7 Hemat, cermat dan bersahaja
8 Disiplin, berani dan setia
9 Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10 Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
Tri Satya
Demi Kehormatanku Aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila.
- Menolong sesama hidup dan (mempersiapkan diri-penggalang) (ikut serta-penegak) membangun masyarakat.
- Menepati Dasa Darma.
Indah bukan? Memang susah untuk melaksanakan itu semua, tapi alangkah baiknya jika dicoba.. ;)


Presiden SBY Mensukseskan Revitalisasi Gerakan Pramuka

Presiden SBY bertekad untuk mensukseskan revitalisasi gerakan Pramuka. "Saya tidak ingin gerakan Pramuka tidak penting lagi di Indonesia. Saya juga tidak ingin Pramuka jadi melempem, kurang semangat dan apa adanya," kata Presiden Kamis (14/8) sore, pada upacara Peringatan Hari Pramuka ke-47 di Cibubur, Jakarta Timur.

Pramuka sangat penting serta tetap relevan dengan perkembangan jaman. "Walaupun globalisasi penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia adalah faktor penentu utama. Oleh karena itu, kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, bukam hanya pemuda yang cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, tapi juga yang tangguh kepribadiannya, baik budi pekertinya," jelas SBY. (mit)

Keterangan foto:Presiden SBY dan Ibu Negara bersama Pramuka saat menghadiri Hari Pramuka ke 47 di Cibubur, Jakarta, Kamis (14/8) sore. (foto: abror/presidensbyinfo)